Menarik Dibaca
Data yang dihimpun menunjukkan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Desa Limbung dengan luasan terdampak sekitar 8,3 hektare, Desa Rasau Jaya Umum sekitar 5 hektare, serta Desa Rasau Jaya Tiga sekitar 4,5 hektare. Kebakaran tersebut didominasi lahan gambut yang dikenal mudah terbakar dan sulit dipadamkan secara tuntas.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan bersama tim gabungan telah mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman serta proses pendinginan (mopping up) guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Langkah ini dinilai penting mengingat karakteristik lahan gambut yang berpotensi memicu kebakaran kembali meski api di permukaan telah padam.
Peningkatan kejadian karhutla di Kubu Raya juga sejalan dengan bertambahnya titik panas (hotspot) yang terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Kondisi cuaca yang semakin kering menjelang puncak musim kemarau turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan dan hutan.
Hingga saat ini, upaya penanganan di lokasi terdampak terus dilakukan dan kondisi kebakaran dilaporkan telah terkendali. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya kebakaran susulan yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat.
Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli terpadu, pemantauan titik panas, serta edukasi kepada masyarakat sebagai upaya meminimalkan risiko karhutla selama musim kemarau 2026.
(REPardede)
















