Sambas – VSI – Wajah bahagia tak bisa disembunyikan Pak Amat, warga Desa Tempapan Hulu, Kabupaten Sambas. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarganya, namun kondisinya masih jauh dari kata layak, kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih kokoh, aman dan nyaman.
Kebahagiaan itu hadir setelah rumah tidak layak huni (RTLH) miliknya mendapat perhatian melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 1208/Sambas, Rabu (12/08/2026).
Bagi Pak Amat, pembangunan tersebut bukan sekadar memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak. Lebih dari itu, rumah baru yang lebih layak menjadi sebuah harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan dengan rasa aman dan nyaman.
Selama proses pembangunan berlangsung, suasana gotong royong begitu terasa. Prajurit Satgas TMMD bersama masyarakat bahu-membahu mengerjakan berbagai bagian rumah. Setiap tahapan dikerjakan secara bertahap, mulai dari pondasi, pemasangan dinding, kusen, pintu dan jendela, hingga pekerjaan lantai serta sejumlah pekerjaan penyelesaian lainnya.
Bagi Pak Amat, melihat rumahnya berubah sedikit demi sedikit menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Dari hari ke hari, bagian rumah yang sebelumnya membutuhkan banyak pembenahan mulai mendapatkan sentuhan pembangunan. Dinding berdiri lebih kokoh, pintu dan jendela terpasang, sementara bagian lainnya terus disempurnakan oleh tangan-tangan yang bekerja dengan penuh semangat.
“Saya sangat bangga dan bersyukur mendapat bantuan pembangunan rumah melalui program TMMD ini. Terima kasih kepada Satgas TMMD dan semua pihak yang sudah membantu membangun rumah saya. Ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkap Pak Amat dengan penuh haru.
Rasa syukur tersebut semakin terasa karena pembangunan rumahnya dilakukan melalui semangat kebersamaan. Prajurit TNI tidak bekerja sendiri, tetapi turut melibatkan masyarakat dalam setiap proses pekerjaan.
Pemandangan itu sekaligus memperlihatkan bahwa program TMMD bukan hanya berbicara tentang pembangunan fisik. Di balik pembangunan sebuah rumah, ada nilai kemanusiaan, kepedulian dan kebersamaan yang tumbuh antara prajurit dan masyarakat.
Bagi Satgas TMMD, membantu membangun rumah warga merupakan bagian dari pengabdian untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sementara bagi keluarga Pak Amat, rumah tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar karena menjadi tempat untuk berkumpul, beristirahat dan membangun masa depan bersama keluarga.
Rumah yang sebelumnya identik dengan keterbatasan kini mulai menghadirkan suasana berbeda. Ada rasa optimistis yang tumbuh seiring dengan selesainya setiap bagian pembangunan.
Program RTLH TMMD Reguler ke-129 pun menjadi bukti bahwa perhatian terhadap masyarakat tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang, membangun sebuah rumah untuk keluarga yang membutuhkan dapat menjadi perubahan besar dalam kehidupan mereka.
Senyum Pak Amat menjadi gambaran sederhana dari arti sebuah rumah yang layak. Bukan hanya soal dinding, lantai, pintu maupun atap, tetapi tentang rasa aman, kenyamanan dan harapan untuk menatap hari esok.
Di Desa Tempapan Hulu, pembangunan RTLH itu akhirnya bukan hanya mengubah bentuk sebuah bangunan. Ia juga menghadirkan cerita tentang gotong royong, kepedulian dan pengabdian—sebuah cerita yang akan terus dikenang oleh keluarga Pak Amat dan masyarakat yang turut menyaksikan prosesnya.
Dari rumah yang diperbaiki, tumbuh harapan baru. Dari gotong royong, lahir kebahagiaan yang dirasakan bersama.














