Tempapan Hulu, Kapuas Hulu – VSI – Pemandangan sederhana namun penuh makna terlihat di tengah pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 di Desa Tempapan Hulu, Rabu (12/08). Sejumlah anak-anak desa dengan wajah penuh semangat ikut membantu Satgas TMMD mengangkat pintu yang akan digunakan untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Buk Nining.
Tanpa diminta dan tanpa mengenal rasa sungkan, anak-anak tersebut datang mendekat ketika melihat anggota Satgas TMMD sedang memindahkan material bangunan. Dengan semangat khas anak-anak, mereka kemudian ikut ambil bagian membawa pintu secara bersama-sama menuju lokasi pembangunan rumah.
Meski tenaga mereka tentu tidak sebesar orang dewasa, kehadiran anak-anak Tempapan Hulu justru memberikan warna tersendiri dalam proses pembangunan RTLH tersebut. Langkah kecil mereka menjadi gambaran bahwa semangat membangun desa bukan hanya milik orang dewasa, tetapi juga telah tumbuh di kalangan generasi muda.
Sesekali terdengar canda dan tawa di antara mereka saat membawa material. Namun di balik keceriaan itu, tersimpan rasa bangga karena dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan rumah yang nantinya diharapkan memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman bagi Buk Nining.
Bagi Satgas TMMD, keterlibatan anak-anak tersebut bukan sekadar membantu memindahkan sebuah pintu. Ada nilai kebersamaan yang jauh lebih besar yang terlihat dari aksi sederhana itu. Mereka belajar bahwa pembangunan desa dapat dilakukan bersama-sama, melalui kepedulian, kekompakan, dan semangat gotong royong.
“Semangat anak-anak ini menjadi pemandangan yang sangat positif. Mereka melihat langsung bagaimana TNI bersama masyarakat bekerja membangun desa. Mudah-mudahan pengalaman seperti ini bisa menumbuhkan rasa peduli dan semangat gotong royong sejak dini,” demikian semangat yang tercermin dari kegiatan tersebut.
Kehadiran Satgas TMMD di Desa Tempapan Hulu memang tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik. Interaksi sehari-hari antara prajurit dengan masyarakat perlahan menciptakan kedekatan yang semakin kuat. Dari orang tua hingga anak-anak, semuanya memiliki ruang untuk mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
Pembangunan RTLH Buk Nining pun menjadi salah satu contoh nyata bagaimana program TMMD menghadirkan kebersamaan di tengah masyarakat. Material bangunan yang dipindahkan, rumah yang dikerjakan, hingga tenaga yang dikerahkan bersama-sama menjadi rangkaian cerita tentang kepedulian terhadap sesama.
Apa yang dilakukan anak-anak Tempapan Hulu mungkin terlihat sederhana. Hanya mengangkat dan membawa sebuah pintu. Namun, dari tindakan kecil itulah terlihat sebuah pesan besar: gotong royong tidak mengenal usia.
Hari itu, pintu yang mereka angkat bukan hanya menjadi bagian dari bangunan rumah Buk Nining. Ia seolah menjadi simbol terbukanya pintu kebersamaan antara TNI dan masyarakat, sekaligus pintu bagi tumbuhnya kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan kampung halamannya.
Semangat tersebut menjadi salah satu potret hangat pelaksanaan TMMD Reguler ke-129. Di tengah pekerjaan pembangunan yang terus dikebut, kebersamaan justru menjadi kekuatan utama. Sebab, ketika TNI dan rakyat bergerak bersama, pembangunan bukan hanya menghasilkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga meninggalkan nilai persaudaraan yang dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.













