Sanggau, Viralsatuindonesia.com – Sejumlah petani kelapa sawit Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, mengaku kecewa setelah tandan buah segar (TBS) yang mereka kirim ke pabrik PT Agrina Sawit Perdana (ASP) diduga ditolak petugas grading, Sabtu (24/10/2026).
Penolakan tersebut dipersoalkan karena petani mengantongi surat rekomendasi Kepala Desa Penyeladi dan mengacu pada kesepakatan penerimaan TBS sebanyak 14 ton per hari yang disebut telah dikoordinasikan dengan manajemen perusahaan.
Berdasarkan keterangan warga, Kepala Desa Penyeladi, Zainab, S.Pd., menerbitkan surat rekomendasi tertanggal 23 Oktober 2026 sebagai dokumen pendukung pengiriman TBS petani. Surat itu disebut diterbitkan setelah koordinasi dengan Manajer PT ASP, Wawan.
Namun, saat petani tiba di pabrik sekitar pukul 12.00 WIB dan menunggu giliran pembongkaran, mereka mengaku diberi tahu bahwa TBS yang dibawa tidak diperbolehkan dibongkar.
Warga menyebut tidak mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai alasan penolakan tersebut. Kondisi ini memicu kekecewaan karena petani telah mengeluarkan biaya angkutan dan menunggu antrean untuk menjual hasil panen mereka.
Persoalan ini menimbulkan pertanyaan mengenai koordinasi antara pemerintah desa dan manajemen PT ASP, khususnya terkait pelaksanaan kesepakatan kuota 14 ton per hari yang disebut telah dibicarakan sebelumnya.
Petani meminta manajemen perusahaan menjelaskan dasar penolakan, kedudukan surat rekomendasi kepala desa, serta mekanisme dan kewenangan petugas grading dalam menentukan diterima atau ditolaknya TBS.
Mereka berharap tidak ada ketidakjelasan kebijakan di lapangan yang berujung pada kerugian petani. Manajemen perusahaan juga diharapkan memberikan penjelasan terbuka agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
Hingga berita ini diterbitkan, alasan resmi penolakan dan status kesepakatan kuota 14 ton per hari belum terkonfirmasi. Redaksi Viralsatuindonesia.com telah berupaya menghubungi Manajer PT ASP, Wawan, untuk meminta keterangan, tetapi belum memperoleh tanggapan resmi.
Redaksi Viralsatuindonesia.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PT ASP maupun pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.













