Tempapan Hulu, Sambas – VSI – Ada kalanya sebuah kenangan tidak lahir dari peristiwa besar. Cukup dari duduk bersama, berbagi hidangan, saling bertukar cerita, lalu tertawa dalam suasana sederhana. Momen seperti itulah yang tercipta antara Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 1208/Sambas dan masyarakat Desa Tempapan Hulu, Rabu (12/08/2026).
Menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD, kebersamaan antara prajurit dan warga justru terasa semakin hangat. Di sela kesibukan menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan, anggota Satgas meluangkan waktu untuk makan bersama masyarakat.
Tidak ada jarak antara seragam dan pakaian warga. Mereka duduk berdampingan, menikmati hidangan yang tersedia, sembari bercengkerama dan berbagi cerita tentang berbagai pengalaman selama pelaksanaan TMMD.
Canda dan tawa pun pecah di tengah suasana makan bersama. Sesekali pembicaraan mengarah pada pekerjaan pembangunan yang telah dilakukan, aktivitas sehari-hari warga, hingga pengalaman selama prajurit berada di Desa Tempapan Hulu.
Bagi masyarakat, kehadiran Satgas selama pelaksanaan TMMD telah menjadi bagian dari keseharian mereka. Prajurit yang awalnya datang sebagai pelaksana tugas perlahan menjadi sosok yang akrab dengan warga.
Begitu pula bagi anggota Satgas. Interaksi yang berlangsung setiap hari membuat mereka mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat, karakter warga, serta berbagai tantangan yang dihadapi di desa.
Karena itu, makan bersama tersebut memiliki arti lebih dari sekadar mengisi tenaga. Di dalamnya terdapat suasana kekeluargaan yang terbentuk dari kebersamaan selama menjalankan program TMMD.
Selama pelaksanaan TMMD, prajurit dan masyarakat tidak hanya bertemu ketika bekerja. Mereka juga saling membantu, bergotong royong, berbincang dan berbagi cerita dalam berbagai kesempatan. Dari interaksi itulah hubungan emosional perlahan tumbuh.
Kini, ketika waktu penutupan semakin dekat, suasana tersebut terasa berbeda. Ada kebahagiaan karena berbagai sasaran TMMD telah dikerjakan, namun di sisi lain terselip rasa berat untuk berpisah setelah terbiasa bekerja dan beraktivitas bersama.
Bagi warga Tempapan Hulu, kehadiran Satgas meninggalkan cerita tersendiri. Bukan hanya karena pembangunan jalan, fasilitas umum, rumah maupun sarana lainnya, tetapi juga karena prajurit telah hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat selama TMMD berlangsung.
Sebaliknya, bagi Satgas, keramahan dan penerimaan warga menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan. Hidangan sederhana yang disajikan masyarakat, obrolan di teras rumah, hingga canda bersama menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang memiliki nilai tersendiri.
Momen makan bersama itu pun seolah menjadi simbol bahwa TMMD bukan hanya tentang membangun desa, tetapi juga tentang membangun hati dan mempererat persaudaraan.
Pembangunan fisik mungkin akan selesai dan Satgas nantinya kembali meninggalkan Desa Tempapan Hulu. Namun, hubungan yang telah terjalin selama pelaksanaan TMMD diharapkan tidak ikut berakhir bersama penutupan program.
Sebab, setelah alat kerja disimpan dan aktivitas pembangunan berhenti, yang tersisa adalah kenangan tentang kebersamaan, gotong royong dan persaudaraan antara TNI dengan rakyat.
Dan mungkin, beberapa waktu setelah Satgas meninggalkan Tempapan Hulu, warga akan kembali mengingat satu hal sederhana: pernah ada prajurit TNI yang duduk bersama mereka, makan bersama, tertawa bersama, lalu menjadi bagian dari cerita desa mereka.
Itulah salah satu warisan paling berharga dari TMMD Reguler ke-129—bukan hanya bangunan yang berdiri, tetapi juga tali silaturahmi yang diharapkan tetap terjaga.














