Tempapan Hulu, Sambas – VSI – Ada cara sederhana yang dilakukan Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 1208/Sambas sebelum menuntaskan masa pengabdiannya di Desa Tempapan Hulu. Bukan hanya memastikan sasaran pembangunan selesai, para prajurit juga turun langsung membersihkan jalan setapak yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, Rabu (12/08/2026).
Bersama warga, anggota Satgas membersihkan rumput liar, semak-semak dan berbagai kotoran yang tumbuh serta menumpuk di sepanjang jalan setapak. Dengan peralatan sederhana, mereka bekerja dari satu bagian jalan ke bagian lainnya hingga jalur tersebut terlihat lebih bersih dan nyaman dilalui.
Kegiatan ini mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah kesibukan menjelang penutupan TMMD, aksi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak berhenti hanya karena pekerjaan utama hampir selesai.
Bagi Satgas, lingkungan yang bersih merupakan bagian dari kenyamanan masyarakat. Jalan setapak yang setiap hari digunakan warga pun perlu dirawat agar tetap mudah dilalui dan tidak tertutup semak maupun rumput liar.
Suasana gotong royong kembali terlihat. Prajurit dan warga bekerja berdampingan, saling membantu tanpa mempersoalkan siapa yang lebih banyak bekerja. Sesekali obrolan dan canda terdengar di tengah aktivitas membersihkan jalan.
Kebersamaan seperti inilah yang selama pelaksanaan TMMD menjadi pemandangan sehari-hari di Tempapan Hulu.
Sejak awal pelaksanaan program, Satgas TMMD tidak hanya berhadapan dengan pekerjaan fisik berupa pembangunan infrastruktur. Para prajurit juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, ikut merasakan kehidupan warga, sekaligus membangun komunikasi dan hubungan kekeluargaan.
Kini, ketika waktu penutupan semakin dekat, setiap kegiatan bersama warga seakan memiliki cerita tersendiri.
Pembersihan jalan setapak tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan yang telah dikerjakan perlu dijaga dan dirawat bersama. Infrastruktur yang dibangun melalui TMMD akan memberikan manfaat lebih lama apabila masyarakat memiliki kepedulian untuk memeliharanya.
Bagi warga Tempapan Hulu, kehadiran Satgas selama TMMD telah memberikan pengalaman tersendiri. Tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan, tetapi juga contoh tentang bagaimana pekerjaan berat dapat diselesaikan melalui semangat gotong royong.
Sementara bagi prajurit, momen-momen sederhana bersama masyarakat menjadi bagian dari kenangan selama menjalankan tugas. Membersihkan jalan, mengangkat material, bekerja di lokasi pembangunan, hingga duduk dan berbincang bersama warga menjadi rangkaian cerita yang akan dibawa pulang setelah tugas selesai.
Sebelum berpamitan, Satgas seolah ingin meninggalkan satu pesan sederhana: pembangunan boleh selesai, tetapi kepedulian dan gotong royong jangan pernah berhenti.
Jalan setapak yang kini lebih bersih mungkin bukan sasaran pembangunan terbesar dalam TMMD. Namun, dari jalan kecil itulah terlihat bahwa pengabdian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Setelah Satgas TMMD Reguler ke-129 meninggalkan Tempapan Hulu, tanggung jawab untuk menjaga hasil pembangunan dan kebersihan lingkungan berada di tangan masyarakat. Semangat gotong royong yang telah tumbuh selama program berlangsung diharapkan terus dilanjutkan.
Karena pada akhirnya, keberhasilan TMMD bukan hanya diukur dari berapa banyak sasaran yang berhasil dibangun, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakat meneruskan semangat kebersamaan setelah para prajurit kembali ke satuannya.














