Mempawah – VSI — Kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan dengan upacara dan kemeriahan 17 Agustus. Di usia ke-81 Republik Indonesia, Anggota DPRD Kabupaten Mempawah dan Ketua DAD Kecamatan Toho, Alpian, mengajak masyarakat melihat makna kemerdekaan dari sisi yang lebih luas: bagaimana menjaga alam tetap lestari, ekonomi masyarakat terus tumbuh, dan persatuan tetap kokoh dalam situasi apa pun.
Menurut Alpian, pembangunan daerah ke depan harus memiliki keseimbangan. Kemajuan ekonomi memang penting, tetapi tidak boleh dibayar dengan rusaknya lingkungan dan hilangnya sumber kehidupan masyarakat.
“Kita ingin ekonomi masyarakat tumbuh, tetapi alam juga harus tetap hidup. Jangan sampai hari ini kita mengejar keuntungan, tetapi generasi berikutnya justru mewarisi kerusakan,” ujar Alpian.
Ia menilai kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Mempawah merupakan aset jangka panjang yang harus dikelola secara bijak. Hutan, sungai, lahan pertanian, perkebunan, pertambangan dan berbagai ekosistem lainnya bukan sekadar sumber daya ekonomi, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang harus dijaga keberlangsungannya.
Karena itu, Alpian mendorong agar pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan.
Menurutnya, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan melalui sektor pertanian, perkebunan, UMKM, pertambangan maupun berbagai potensi lokal lainnya tanpa harus mengorbankan kelestarian alam.
Alpian menegaskan bahwa cara pandang terhadap alam perlu diubah. Alam tidak seharusnya hanya dilihat dari berapa besar nilai ekonominya, tetapi juga dari manfaatnya bagi kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia mengajak masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah untuk memiliki kesadaran yang sama dalam menjaga lingkungan. Setiap aktivitas pembangunan, menurutnya, harus mempertimbangkan dampaknya terhadap generasi yang akan datang.
Di sisi lain, Alpian menilai kelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat sebenarnya dapat berjalan beriringan. Potensi alam yang dikelola secara bertanggung jawab justru dapat menjadi fondasi ekonomi yang berkelanjutan.
Alpian juga mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi daerah. Potensi lokal harus dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.
Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan.
“Kita ingin masyarakat sejahtera, tetapi kesejahteraan itu harus berkelanjutan. Jangan sampai ekonomi tumbuh hari ini, tetapi lingkungan rusak dan anak cucu kita yang menanggung akibatnya,” tegasnya.
Selain isu lingkungan dan ekonomi, Alpian menekankan satu hal yang menurutnya tidak boleh kehilangan tempat dalam kehidupan masyarakat, yakni persatuan.
Dalam situasi apa pun, masyarakat harus tetap menjaga hubungan baik, saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan.
“Kita boleh berbeda pandangan, berbeda pilihan dan berbeda cara berpikir. Tetapi dalam kondisi apa pun, kita jangan sampai terpecah. Persatuan adalah kekuatan kita,” ujarnya.
Menurut Alpian, semangat persatuan sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, termasuk persoalan ekonomi, lingkungan maupun perubahan sosial.
Ia berharap momentum HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi titik untuk membangun kesadaran baru bahwa kemerdekaan juga berarti merdeka dari kerusakan lingkungan, merdeka dari keterbatasan ekonomi, dan merdeka dari perpecahan.
“Mari kita isi kemerdekaan dengan sesuatu yang nyata. Jaga alam, kuatkan ekonomi masyarakat, dan tetap bersatu dalam keadaan apa pun. Kalau tiga hal ini bisa kita jaga bersama, kita bukan hanya mewarisi kemerdekaan, tetapi juga mewarisi masa depan yang lebih baik,” pungkas Alpian.















